Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntrySep 3, '08 11:35 PM
for everyone

Tak terasa, satu tahun sudah berlalu. Alhamdulillah, masih ada kesempatan untuk mengecap nikmatnya Ramadhan yang penuh berkah. Senang, terharu dan rasa kangen pada keluarga di pulau seberang kian bertambah.

Satu hal yang tak kalah menggembirakan selama satu bulan penuh pengampunan itu. Tak lain adalah menyaksikan sekaligus bersama-sama menghadiri jamaah Sholat Taraweh di masjid. Ternyata sangat banyak saudara seiman di Pulau Dewata ini. Dan rasanya begitu melimpah dibanding tahun lalu. Ya, karena kali ini kami, muslim di Bali bisa serempak memulai 1 Ramadhan 1428 H. Tak pelak, pada Minggu malam (31/8), malam Taraweh pertama, ribuan umat Islam di Bali berbondong-bondong menuju masjid.

Menyambut datangnya Ramdhan tersebut, semua masjid dipastikan penuh sesak. Malah, sebagian jamaah terpaksa menempati halaman bahkan tempat parkir. Di Masjid Sudirman Agung, kompleks perumahan Kodam IX Udayana, misalnya. Usai Sholat Maghrib, warga muslim di Denpasar berduyun-duyun memenuhi areal masjid yang mampu menampung seribuan orang. Kendaraan pun terpaksa diparkir sampai ke ruas jalan Sudirman.

Beberapa ruas jalan lain di Denpasar juga dibuat macet oleh arus warga yang berangkat ke masjid. Jalan Diponegoro, tepatnya depan Masjid An-Nur, sempat macet total. Hal sama terjadi di Masjid At Taqwa Polda Bali, Al Amanah di Renon, Masjid Baiturahman di Kampung Jawa, Masjid Ukhuwah di Jl Hasanudin, dan sebagainya. Hati pun berujar, “Ah, Denpasar seperti jadi kota Islam saja.”

Warga sengaja datang ke masjid lebih awal agar mendapat tempat yang nyaman. “Saya dan teman-teman tadi berangkat sekitar pukul 19.00. Saya kira masih terlalu awal mengingat waktu Isya 19.30 dan biasanya Taraweh dimulai pukul 20.00. Ternyata sudah banyak yang datang lebih awal,” kata Umi Hais yang memilih ke Al Amanah, di kompleks Gedung Keuangan Negara (GKN), Renon.

Karena melimpahnya jamaah, bangunan masjid tidak mampu menampung sehingga kami mohon maaf bila ada yang harus mengikuti sholat di halaman,” kata Agung S, salah seorang takmir (pengurus) masjid setempat.

Pemandangan yang sama terjadi di sejumlah masjid di kawasan Kuta. Menurut salah seorang warga yang tinggal di Kuta, Maryani, “Tiga masjid yang ada di dekat bandara tadi saya lihat penuh semua. Dan saya sendiri mengikuti sholat Taraweh di masjid milik Perum Angkasa Pura (PAP).”

Untuk memberi kenyamanan, para takmir di setiap masjid menambah jumlah lampu penerangan, memasang tenda di halaman, menggelar tambahan tikar atau terpal, hingga mengeraskan sound system. Beberapa diantaranya juga membantu mengatur parkir kendaraan.

Tentu, tentang kegiatan rutin tahunan itu sudah dikoordinasikan oleh masing-masing takmir masjid dengan masyarakat sekitarnya. Bagaimanapun, toleransi terhadap pemeluk agama lain harus tetap dijaga.

Di seluruh pelosok Bali, saat sekarang diperkirakan tidak kurang dari 600 masjid dan mushola. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Bali pernah mencatat bahwa banyaknya warga Muslim di seantero Pulau Dewata sekitar 10 persen atau 350.000 dari total jumlah penduduk (3,5 juta).

Menurut Kepala Bagian Penerangan Agama Islam Kanwil Depag Bali Wayan Syamdul Bahri, jumlah riilnya bisa jauh lebih besar mengingat sebagian warga belum ber-KTP Bali. Ia memperkirakan angka antara 15 – 20 persen.

Ia menambahkan, berdasarkan keputusan resmi pemerintah bahwa tanggal 1 Ramadhan jatuh pada 1 September 2008. Dan pada tahun ini, hampir semua organisasi atau aliran Islam seperti Muhamadiyah, NU dan lainnya mempunyai keputusan yang sama.

Khusus di Bali, kata Syamsul Bahri lagi, tidak terlalu banyak aliran Islam seperti halnya di Jawa, Sumatera dan pulau lain. Kalaupun ada, kata dia, aktivitasnya masih sangat terbatas. Maka tak heran, tegasnya, suasana menyambut datangnya Ramdhan terasa lebih semarak.

Selamat menikmati indahnya Ramadhan...semoga bisa menunaikan ibadah-ibadahnya dengan lebih baik.



bukur wrote on Sep 6, '08
Ya wajar lah mbak masih terbawa eforia awal puasa, coba mendekati hari terakhir, pasti safnya maju semua haaa..haa..haa. Para Mahasiswa muslim (HMI) pada mudik semua menjelang atau sepuluh hari sebelum lebaran.
wastioke wrote on Sep 12, '08
ya begitulah fenomena rutinnya...
Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.